Pesantren Menjamur di Siak

Syamsuar: Sejalan Dengan yang Cita-Cita Sultan Syarif Kasim II

Image
Monday, 23 October 2017 | 20:15:39 WIB

SIAK -- Saat ini di Negeri Istana, lembaga pendidikan Islam sebagaimana pesantren, muncul bak jamur di musim hujan. Ada dua Ponpes yang terkenal pada masanya di Siak Sri Indrapura. Pertama Madrasah Taufiqiyah El Hasyimiah, yang didirikan pada tahun 1917 oleh Baginda Sultan Syarif Kasim II untuk tingkatan Ibtidayah dan Sanawiyah.

Para ustadz pengajar didatangkan Sultan dari alumni Universitas Al Azhar Kairo, Singapura, serta Padang Panjang. Madrasah yang juga ditujukan untuk menampung murid Hollandshe Inlansche School (HIS) dan Volkschool yang bersekolah dipagi hari.

Hal tersebut yang dijelaskan Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi disela sela memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional berpusat di Lapangan Tugu depan Istana Siak, Ahad 22 Oktober 2017.

Syamsuar juga menjelaskan tentang didirikannya Madrasahtun Nisa oleh Baginda Permaisuri Tengku Mahratu pada tahun 1929. "Beliau ialah permaisuri dari Sultan Syarif Kasim II. Madrasah ini diperuntukkan bagi kaum perempuan dari seluruh lapisan sosial, baik masyarakat awam maupun lingkungan istana," terangnya.

Dijelaskan, bagi siswi madrasah yang berasal dari luar kota Siak, mereka ditampung di Asrama Limas, dididik dengan pengetahuan agama, sopan santun, serta adat istiadat kerajaan. Beberapa tahun sebelumnya, tepatnya tahun 1926, baginda permaisuri pertama Tengku Agung Sultanah Latifah juga mendirikan Latifah School, yang mengajarkan kaum perempuan berbagai keterampilan khusus yang dipadupadankan dengan pengetahuan umum, dan pengetahuan Islam, sejarah, serta bahasa Arab.

"Perjuangan baginda Sultan Syarif Kasim II dan Permasuri inilah yang selayaknya menjadi semangat bagi kita, untuk meneruskan cita-cita perjuangan mereka. Alhamdulillah, saat ini banyak pesantren telah berdiri di Kabupaten Siak. Hal ini sejalan dengan semangat satu kecamatan satu pesantren yang telah kita cita-citakan," ujarnya.

Selain itu melalui perda wajib PDTA, dan pendirian rumah-rumah tahfidz, dan lembaga pendidikan formal Islam terkemuka di Kabupaten Siak kita berusaha memberantas buta aksara Al-Quran di tengah generasi muda.

Usai Upacara peringatan Hari Santri Nasional, Bupati Syamsuar juga memberikan hadiah kepada santriwan dan santriwati bagi yang bisa menjawab beberapa pertanyaan yang ia berikan. Hadiah tersebut berupa 3 handphone Android.


Sumber : -

Laporan : Nikmad

Editor : Red


loading...
Post
Nasional
Post
Adv Pemprov Riau
Post
Adv Pemprov Riau

Wagubri Tutup Riau Expo 2017

4 bulan yang lalu
Post
Adv Pemprov Riau
Post
Adv Pemprov Riau
Post
Adv Pemprov Riau
Post
Nasional
Post
Adv Bank Riau Kepri
Post
Sumatra Utara
Post
sport